KERJA BAKTI DI DUSUN PALONGAN

IMG-20170207-WA0000IMG-20170207-WA0003 IMG-20170207-WA0004

KEGIATAN KERJA BAKTI DI DUSUN PALONGAN TIMUR RT 01 RW. 18
Aktifitas gotong royong dalam berbagai dimensinya memberikan implikasi semangat dan value untuk saling memberikan jaminan ( self guarantying ) atas hak dan kelangsungan hidup antarsesama warga masyarakat yang masih melekat cukup kuat di desa Wringin. hal ini dapat dipacu sebagai salah satu strategi tradisional.
Dari sini diharapkan dapat menimbulkan rasa kebersamaan, kekeluargaan, tolong menolong sehingga dapat terbina rasa kesatuan dan persatuan untuk kemajuan DESA WRINGIN.

Menteri Desa Resmikan program SAID Bondowoso di UNEJ

Menteri Desa Hadiri Sarasehan Desa di Unej
Sekaligus Resmikan meresmikan program SAID Bondowoso

JEMBER – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo dipastikan hadir dalam acara Sarasehan di Gedung Soetardjo Universitas Jember (Unej) hari ini (10/7). Menteri Desa Eko Putro pemateri utama dalam sarasehan dengan tema Membangun Sinergitas Perguruan Tinggi dalam Mendukung Kemandirian Desa tersebut.
Menteri Desa Eko Putro juga akan meresmikan program Sistem Administrasi dan Informasi Desa (SAID) Bondowoso yang dikembangkan Unej. Pagi pukul 09.00 Menteri Desa Eko Putro dijadwalkan mengisi Sarasehan Desa. Launching SAID dan pemberian penghargaan desa juara di Jember sebelum arahan Menteri Desa pada Sarasehan Desa di Unej. Satu hari berikutnya, 11 Juli 2017 aman melepas 2.200 mahasiswa KKN Unej gelombang II Periode 2017/2018.
Kabag Humas dan Protokol Unej Drs Agung Purwanto MSi menyatakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo telah dikonfirmasi kehadirannya di Jember. “Sampai konformasi kami terkahir, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo hadir di Jember,” kata Agung Purwanto.
Unej telah mengembangkan program SAID sebagai cyber village di Bondowoso. “Ini bagian dari membangun negeri,” imbuh Dosen Fisip Unej tersebut. Unej melalui Program Universitas Membangun Desa (UMD) telah membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mewujudkan SAID. Jika sebelumnya hanya ada 10 desa yang sudah menerapkan SAID, rencananya jumlah ini bakal bertambah.
Sehingga Unej telah meng-upload data SAID untuk 219 desa atau seluruh desa di Bondowoso namun yg siap beroperasi 82 desa. 137 desa lainnya menunggu tersedianya jaringan internet. Jadi ini masalah non teknis yg datang dari pihak operator penyedia jasaSelain dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, pemateri dalam sarasehan yang bakal hadir adalah perwakilan Pemrpov Jawa Timur, Kedubes Australia, dan tuan rumah Universitas Jember.
Menurut Rektor Unej Moh Hasan menegaskan Universitas Jember memiliki komitmen membantu Pemkab Bondowoso mewujudkan SAID. Itu tidak lepas dari keberhasilan Program UMD di sepuluh desa di Kecamatan Wringin dan Cermee sejak tahun lalu hingga sekarang. Kegiatan itu dikemas dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata Tematik UMD.
Dalam praktiknya, Unej menerjunkan sepuluh mahasiswa di setiap desa dengan motor penggerak para mahasiswa yang memiliki kemampuan teknologi informasi. Misalnya, dari Program Studi Sistem Informasi. Para mahasiswa inilah yang menggali dan mengumpulkan data hingga memunculkan potensi desa. Mereka juga melatih perangkat dan warga desa agar mampu menerapkan SAID. Rektor UNEJ menjelaskan, “Alhamdulillah, program UMD yang dilaksanakan oleh Universitas Jember di sepuluh desa dinilai berhasil”.
Untuk diketahui, program UMD Universitas Jember mendapatkan sokongan dana dari pemerintah Australia melalui Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (Kompak). Kompak merupakan organisasi kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia dalam mendukung program pengentasan kemiskinan melalui peningkatan pelayanan dasar seperti kesehatan, dan pendidikan. Kompak juga mendorong penguatan tata kelola pemerintahan desa dan pengembangan potensi ekonomi kreatif desa.
Keberhasilan Universitas Jember mengelola Program UMD, antara lain, tampak dari mulai munculnya inisiatif beberapa desa untuk menggali potensi desanya masing-masing, selain tentunya meningkatkan mutu layanan pemerintah desa. “Salah satu contohnya Desa Glingseran di Kecamatan Wringin yang kini berstatus desa wisata dengan destinasi wisata unggulan berupa mata air Dewi Rengganis. Keberhasilan tersebut bermula dari penerapan SAID, yang mampu menemukan dan mengembangkan potensi desa,” ungkap Hasan.
Bahkan, menurut dia, tiga perguruan tinggi yakni Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Universitas Katolik Parahyangan Bandung telah belajar mengenai pelaksanaan Program UMD Universitas Jember pada bulan Mei lalu.
Untuk mencapai target penerapan SAID di Bondowoso, Universitas Jember akan menerjunkan 520 mahasiswa yang bakal menjalani program KKN Tematik UMD di Bondowoso. Para mahasiswa tersebut adalah sebagian dari 2.200 mahasiswa Universitas Jember yang mengikuti program KKN.
Anwar, Asisten I Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jember menambahkan pelatihan itu merupakan kelanjutan dari keberhasilan pelaksanaan SAID di sepuluh desa yang ada di Kecamatan Wringin dan Cermee.
“Kami sudah membina SAID di sepuluh desa melibatkan mahasiswa KKN. Pemkab Bondowoso ingin mengaplikasikannya pada seluruh desa,” jelasnya. Sebab, beberapa desa yang sudah menerapkan SIAD sudah memunculkan potensinya, seperti wanawisata Rengganis di Desa Glingseran Kecamatan Wringin.
Sementara itu, menurut pejabat Pemkab Bondowoso Agung Tri Handono, Pemkab Bondowoso dalam waktu dekat bakal mengirimkan para kepala desa dan operator SAID untuk belajar di kampus Tegalboto. “Harapannya, secara bertahap seluruh desa di Bondowoso bakal menerapkan program SAID,” katanya, yang hadir didampingi kepala Bappeda Bondowoso. (kl/aro)